Kamis, 14 Februari 2013

Ngariung Perdana di Kelas Inspirasi Bandung


Seiring mentari pagi menari menerangi bumi, seceria hati ini yang bersegera menarik handuk menuju kamar mandi membasuh diri mempersiapkan bertemu dengan teman-teman baru yang tentunya orang pilihan, yakni dipilih dari sekian banyak pendaftar via internet ke www.kelasinspirasi.org.

Perjalanan cimahi menuju tempat briefing membelah jalur tengah kota bandung yang sudah pasti terhadang kemacetan di Lapangan Gasibu karena minggu pagi adalah pasar tradisional modern menguasai setiap jengkal tanah, merebut hak jalan raya sehingga hanya tersisa satu lajur kendaraan... Parah dech, tp alternatif lain malah smakin jauh, jadi... Yach terpaksa lewat deh, sekalian tengok kanan kiri siapa tau ada barang yang perlu di beli hehehe.
Tiba di saung Udjo udah banyak mobil terparkir dan tanpa kesulitan dengan satu pertanyaan mudah kepada satpam, maka segera menuju taman belakang dipandu oleh xbanner dan penunjuk arah tentang kegiatan dimaksud. Berdua bersama istri melangkah mantap menuju lokasi acara tidak lupa registrasi dan pesan 2 buah kaos oranye XXXL dan M.



Suasana pagi di Taman Saung Udjo
Suasana segar hijau alami memberi energi asli yang membuat ceria diri, apalagi disuguhi aneka makanan ringan tradisional seperti awug yang ditaburi parutan kelapa, pipilan jagung tidak lupa diberi kinca gula merah.. Mantaaap.

Ternyata teman SMA yang telah bekerja di jakartapun lulus di Kelas Inspirasi ini, jadilah reuni ringan dan ketawa ketiwi, tentunya tidak lupa kenalan kesana-kesini karena yakin yang hadir adalah orang pilihan, orang yang memiliki rasa sukarela membangun bangsa.
Tak menunggu lama, acara dimulai dengan cuap-cuap mba Naluri dengan penuh percaya diri membuka acara penuh keceriaan, suasana semakin mencair dan senyum pasti tersungging secara ikhlas.. Dilanjut kang Bhawika sebagai ketua pelaksana memberikan sambutannya tentu dengan aneka pengalaman yang luar biasa dikolaborasi keceriaan MC yang begitu sehati.. Kerenn pokona mah.
Kang Bhawi & T Naluri Pasangan serasi yach....... padahal memang.

Giliran wejangan pa Anis Baswedan, betapa semakin menguatkan tekad dan membuka wawasan kebangsaan dimana pemahaman makna akan memberi arti penting tentang sebuah kata kemerdekaan yang diraih dengan cara iuran.. Aslinyah iuran, ada yang iuran tenaga, iuran pikiran, iuran harta benda juga iuran nyawa demi terwujudnya cita-cita bersama meraih asa sebagai bangsa merdeka.


Pa Anis Baswedan memberi Wejangan...

Guliran kata selanjutnya dari Rektor Universitas Paramadina begitu menggugah dan menceriakan rasa memompa semangat kerelaan untuk mengabdi demi kemajuan bangsa.. Hehehehe.. Asa lebay nyaa?.. Diantaranya 'Think Big Start Small ActNow" dan "If you are Focus, You can Burn The world". (Silahkan klik untuk lebih lengkapnya).
Tidak sampai disitu, sajian permainan angklung yang dilakukan bersama-sama dipimpin oleh kang Herry Patta semakin membunvahkan rasa kebersamaan dan kecintaan kepada seni budaya angklung yang telah melanglang buana hingga ke negeri paman Sam serta menorehkan sejarah dengan rekor memainkan angklung serempak bersama-sama lebih dari 5.000 orang di Amerika serikat..... circle clapp......

Sesi selannjutnya pelatihan instan dari para alumni indonesia mengajar dari sisi konten dan konteks dengan metode khususnya... keren pisannnnn, sebelum ditutup acara brifing ini tentu dibagi kelompok dan sekolah dasar yang menjadi tempatmengabdi sehari yaitu SD Cisitu I..... selamat mengabdi... selamat menebar mimpi bagi adik kita, anak bangsa penerus untuk membangun NKRI.
KlsInspirasi for SD CISITU 1 & 2

Selasa, 12 Februari 2013

RASA KITA

Pasca Shalat Ied di Lap. Gasibu



Sang mentari belum berani membuka diri
Meski hari telah berganti karena sang waktu tetap berlari
Di pagi yang dingin ini
Sebuah mimpi telah terpatri
Segenggam niat dipegang erat
Untuk berjanji sehidup semati seia sekata

Tujuh tahun mungkin waktu yang singkat jika berbanding dengan usia kehidupan
Tetapi tujuh tahun menjadi begitu bermakna
Manakala disyukuri
Manakala ditafakuri
Manakala disadari
Bahwa semua adalah Kehendak Illahi

Suka dan duka bersama kita hadapi
Egoisme diri telah berbaur menjadi cinta sejati
Kekurangan menjadi saripati keikhlasan
Kelebihan adalah alarm untuk selalu bersyukur

Jangan ragu atas semua yang sedang terjadi
Jangan bimbang atas derita yang dirasa
Kita akan tetap saling menjaga
Bersama meraih asa

Maafkan jika diriku belum bisa membahagiakanmu
Tapi segenap rasa dan ihtiar tentu terus dipacu untuk kesembuhan dan kebahagiaan dirimu, untuk kita.

Semoga untuk selanjutnya
Kita bisa bersama-sama
Mengarungi bahtera dunia
Sambil menabung pahala sebagai bekal di alam sana
Dalam kondisi sehat, kaya, ceria dan bahagia.

Ammiin YRA
RSHS RIK 402
12 Februari 2013


..... untuk istriku tercinta Intan C'est Moi.

Sabtu, 02 Februari 2013

Termangu

Seikat waktu menyapa alam
Mencuri tabir masa silam
Berarak mega sentuh nurani
Berpadu janji mengikat hati

Dua waktu telah terlangkah
Menyela penyesalan diharap berkah
Sekali berucap pantang bersikap
Meski semua bertabur harap

Santun mengisi jiwa bersemi
Rela berlabuh membelit janji
Sabar mengalir ikuti kata hati
Mengais serpihan kasih tertatih

Sentuhan senja beranjak sirna
Berganti gelap menerkam sukma
Mengoyak dalam, tandai makna
Janji terpana berlabuh duka

Rangkaian kata tinggal kenangan
Mengejar bayang yang telah hilang
Separuh rasa telah tenggelam
Disebagian anugerah kelam.

Kamis, 31 Januari 2013

Menggugah Syukur

Knapa muncul rasa terpenjara?
Knapa menjadi rasa tersiksa?
Bukankah dirimu penyabar yang perkasa?

Jangan hancurkan semua pengorbanan 

karena godaan kecil kehampaan 
yang selalu menghampiri dengan senyuman.

Jangan korbankan tahunan waktu bersama

yang terjalin nyaris sempurna musnah karena egoisme semata.

Jangan hilangkan kepercayaannya selama ini 

untuk selalu bersandar dan menggantungkan diri padamu 
hanya karena melihat orang lain hidup normal dan 'mungkin' bahagia?

Jangan memvonis diri untuk sebuah kesalahan masa lalu 

yang seolah menghantui karena pintu maaf itu beraneka rupa.

Jangan memojokkan diri menjadi sebuah ketidakadilan 

dalam kehidupan padahal anugerah Tuhan begitu mudah diberikan.

Manusiawi kalau muncul rasa bosan
Dimaklumi kalau merasa diberi sebuah beban atau cobaan

Tapi ingat...

Kunci sebetulnya sudah paham
Sering terngiang dan selalu terucapkan,
Namun betapa berat manakala harus dilaksanakan

Yakinkan Allah punya rahasia jawaban yang terbaik, 

tinggal kuatkah hambanya menjalaninya?.

Sabar dan ikhlas terngiang kembali, banyak bersyukur adalah obat yang pasti.

 let's do it again.

Kejujuran bertajuk pilu



Secercah belenggu mengulum semu
Terurai berpadu bentuk harmoni pilu
Santun beralih menuai badai kesukaran
Rela menapak merajut jalinan kebencian

Jangkauan raga merebak ditebar sukma
Raga berkelit memilih makna yang terbuka
Prasangka berbalik arah tanpa rencana
Berulah maju satukan batin dalam luka

Kejujuran tak cukup tunjukan sikap setia
Kejujuran mengoyak kasih suci yang terlena
Kejujuran mengubah nurani menjadi benci
Kejujuran musnahkan harap diam terpatri

Mengapa kejujuran menjadi pangkal kebencian?
Mengapa kejujuran membentuk kehancuran?
Mengapa kejujuran ?
Mengapa ……………… ?

Barangkali meniti silaturahmi bukan itu yang berbunyi
Biarlah kejujuran mendapat tempat di setiap bingkai insani
Simpanlah kejujuran untuk melihat lagi mentari dilain hari
Karena (mungkin) waktu ini…
Bukan saatnya kejujuran membuka diri
Tapi nurani yakinlah …. Kejujuran adalah pintu kebahagiaan.

Rabu, 30 Januari 2013

TATAPAN RASA

Menatap jalan perjuangan hampir usai
Menyentuh ilmu penentu di jalinan waktu
Menggugah diri berakar hakikat nurani
Meraih harap yang terbentang diam berseri

Mengapa diakhir perjuangan sesuatu mengganjal?
Mengapa diujung peluh kemauan muncul keinginan?
Mengapa janji terkikis suasana keindahan duniawi?
Mengapa bayang bersuka menyentuh wajah nan asri?

Haruskah kuberikan sisa waktu ini untuknya?
Mestikah kutelan air liur kepastian yang telah menyatu dengan alam
Diserabut kebimbangan semu?

Haruskah?

Satu rasa membelenggu nuraniku
Merajut janji di lain hari, meski awan tetap bersemi
Semisal angin meraih mimpi
Waktu dan tanah melapis kasih
Menjadi satir bergema risi

Kusadari…. Ini bukan akhir perjuangan
Tapi awal yang singkat untuk memahami kehidupan
Membuka perjuangan yang sebenarnya
Penentu jiwa untuk Berjaya di masanya

Biarkan rasa ini menjadi penghias jalinan jiwa
Yang kaya dengan sedih, suka dan rasa …. Inikah cinta?.

Senin, 14 Januari 2013

Hari Ke 31


Hari ke 31, Minggu 13 Januari 2013

Minggu pagi kelima di RSHS harus terbangun dari sofa coklat yang begitu akrab sebulan terakhir ini, shalat shubuh dan kembali menuju sofa coklat untuk melanjutkan mimpi yang tadi malam dirajut dalam kegelisahan. Sebelum mimpi berlanjut, mata terganggu oleh seseorang yang masuk ke kamar 406, memandang nanar kepada petugas pantry yang setia menyerahkan nampan untuk makan pagi berisi bihun goreng ala griya nutrisi.

Ternyata rasa bosan telah begitu kental menyelimuti indra perasa dn indera pengecap, jangankan pasien,penunggu pun tidak bisa menghabiskan menu yang tersaji sehingga tersisa termangu untuk dibersihkan oleh pantry lainnya seiring masuknya petugas kebersihan dengan peralatan lengkap tersandang ditangannya.
Siang hari adik ipar datang dengan dua gelas air rebusan daun duren dan daun sirsak, pakcoy dan capcay untuk pasien dan nasi ayam bakar komplit bagi penunggu, begitu menggugah selera sehingga kami langsung menyantap bersama dengan lahap semua sajian ini yang berupa buah karya koki di RM Dapoer Keraton Baros Cimahi. Setelah puas bersantap, pasien memaksa ingin mandi di kamar mandi tentunya agak keberatan karena takut masuk angin dan berakibat muntah seperti beberapa hari lalu. Akhirnya keinginan diluluskan dan segera menuju kamar mandi dengan mempersiapkan dulu pakain ganti biru-biru khas RSHS. Setelah mandi, wudhu dan berganti bajumemang terlihat lebih segar meskipun kehawatiran masuk angin tetap ada, menuju tempat tidur dan shalat dhuhur pun menjadi sarana mengadu sang hamba kepada Allah SWT.
  
Diriku bergegas keluar dari area RSHS,menyebrangi jalan sukajadi menuju barber shop alias tukang cukur disamping gang masuk yang lupa namanya tidak dicatat. Setelah menunggu satu kepala selesai dicukur, tiba giliranku duduk di kursi bagaikan pesakitan dan pasrah mau diapakan. Langsung dengan tangkas, handuk kecil menyangga leher ditutup oleh kain biru terang menutupiseluruh tubuh, dengan satu kalimat “cepak ABCD”, ritual bulanan segera berlangsung dan rambut hitam campur sedikit putih tercerai berai membentuk konsep cepak ABCD (ABRI Bukan Cepak Doang)... singkatan maksa yang ternyata dipahami oleh tukang cukur muda dengan anting di telinga kiri serta tatoo menyembul dilengan kanan, tetapi setelah berbincang santai berasal dari kampung Banyuresmi Kabupaten Garut Jawa Barat serta pecinta PERSIB sejati, karena setelah cukur diriku, akan segera tutup dan melesat pergi menuju stadion PERSIB tempat akan berlangsungnya pertandingan PERSIB VS PERSIPURA padahal waktu masih menunjukan jam dua siang.

Sore itu cukup ramai di ruang 406, ada keluarga Bekasi,mang Agus sekeluarga, adik ipar dan istrinya juga beberapa teman kantor yang datang untuk urusan dinas padahal di hari libur, angkat topi untuk militansi rekan-rekan, sambil tak luput mengecek kondisi pasien, pekerjaanpun dapat berjalan. Tepat pukul 17.30 wib saatnya mengecek banyaknya cairan dan ada 280cc yang keluar hari ini (sedih karena belum mencapai target yag diharapkan yakni 150cc kebawah maka alat yang menyambung dari paru-paru menuju ke sebuah kompan dengan nama beken Pleure-Evac, sampai kapan kami menunggu?), karena hampir penuh maka dilakukan pembersihan dengan suction dan menambah cairan biru dalam pleure-evac dengan aqua bidestilata, yang melibatkan tiga perawat, satu teknisi karena alat suctionnya macet serta ditutup oleh usapan lembut lap pel petugas kebersihan yang menghapus ceceran cairan paru karena berserakan di lantai meski dalam jumlah terbatas.

Setelah shalat magrib dan isya diselingi menonton indonesia mencari bakat 2 maka persiapan tidurpun dilakukan meskipun pasien masih terlihat segar bugar sambil menikmati sajian apik metro TV dalam episode ROFA (Ring Of Fire Adventure), diriku tersenyum puas setelah 2,5 hari menyelesaikan perjalanan penuh petualangan bersama Lawrence Blair dan Lorne Blair dalam buku setebal 400 halaman yang mengajak diriku berpetualangan edan di beberapa wilayah Republik Indonesia ini.

Pasein masih cerah serta menyempatkan membaca alqur’an sementara diriku menuju laptop kesayangan untuk menulis tentang hari ini. 

Sabtu, 22 Desember 2012

Wastafel

“kade ulah nyikat huntu atawa sibeungeut dina wastafel pas jam duawelas peuting” papagah wa Udan pas mimiti asup ka imah kos di totogan sukawening.  Imah kos  teh lega aya tujuh kamar wangunan baheula, karasa rada geugeuman tapi da keun bae ah loba batur ieuh. Teu nepi kana sabulan ti kuring asup, eta kosan teh geus pinuh ku mahasiswa da tempatna deukeut pisan ka kampus, tinggal leumpang.

“usep” bari leungeunna kahareup ngajak sasalaman.  “enud”, ceuk manehna bari seuri. Tuluy ngawangkong pancakaki ngalor ngidul kawas nu loma.antukna jadi dalit jeung si enud teh, meh kacai babarengan, ulin oge paduduaan,asa cocok jadi balad. Ngan ari sifat keukeuhna mah angger we da geus adat ka kurung ku iga.
Kaasup anu dihulag nyoo wastafel tengah peuting, kalahka nangtang jeung rek dibuktikeun peuting ieu, kabeneran malem jumaah. Satengah dualas geus saged rek nyikat huntu bari teu weleh sura-seuri bangun nu nikmat, padahal sakabeh pangeusi kos tagiwur bisi katempuhan urusan anu can karuhan.

Teng jam dualas,euweuh sora nanaon deukeut wastafel, istuning jempling, simpe, kawas euweuh tandaning kahirupan. Kitu oge sora Uned leungit dihakan bumi. Lalaunan kuring jeung wa guru oge babaturan ngadeukeutan kana wastafel tea, kaciri si enud ngaringkuk handapeun wastafel, panon bolotot bari leungeun merengkel bangun nu sieun, nempo anu piikasieuneun. Teu bisa ditanya, teu bisa digulanggaper.... ngagibrig we bari molotot.

Na jero kaca hareupeun wastafel aya nu melong bari nyerengeh.
Cag...

Sabtu, 15 Desember 2012

Ngagaya

Keur anteng we numpak mio anyar beureum euceuy meunang ngiridit ti jang ohim, bari sura seuri kanu papanggih dijalan da asa panggayana pangbeungharna.. Aing tea. Ti tanjakan aki uye nepika lebak deukeut masjid kacamatan nyeumprung si beureum anyar bari biwir teu weleh tebar pesona sajuta imut ka kasaha wae nu panggih kaasup kana domba nu keur ditungtun muru ka pasar salasa. Ngan geus liwat jambatan karek rada geumpeur jeung ngesang bijil teu bebeja tina sisi tarang, malah mah mandor ode nu nanya disisi jalan ge diliwat we. Beungeut sepa hate ratug tutunggulan bari leungeun tipepereket nyekelan gas. Sababna mah saeutik, geuning pas ngerem ku suku katuhu teh euweuhan.. Jadina motor nyemprung kawas nu pundung. "Tulung.. Tulung" kuring gogorowokan bari mio mah tuluy mangprung. Tungtungna.. 'Braaakk.. Gubrag. Motor anyar ringsek nabrak gapura kantor kacamatan.

Pamere

http://superherotolol.blogspot.com


Peuting asa caméwék euweuh sora sato saeutik acan, istuning jempling ngan sakapeung katingali tina sela jandéla, kingkilaban ngiceup disisi lamping muru peuting nu simpé. Keur anteng ngagutrut nuliskeun satpel keur isuk méré élmu ka barudak, kadéngé sora nu pupuntenan di gigireun imah.. “puuntenn... puuntenn”. Rada teu jelas sora awéwé lalakina mah ngan kawas nu sedih jeung nandangan kanyeri. Pas rék dijawab, teg téh inget da nu natamu mah tangtu uluk salam ti hareupeun imah, gigireun imah mah pan solokan?.... rada teu ngeunah rarasaan.

“Puuntennn jang guruuu....punnteeen”eta nu dipipir imah pupuntenan deui, ngan haté ratug samar polah jeung pinuh kacuriga. Keur keketeyepan muru ka pipir, maksud teh rek di toong heula, kagareuwahkeun ku si cikal nu geus miheulaan nempo sémah di luar, bari céléméng pok teh: “bah,nu diluar teu aya mastakaan”.

Saheulaanan istigfar, tuluy rikat mangku si cikal bari muru kana meja di tengah imah. Hulu domba paméré ngajentul bari getihan.