Kebingungan menjadi milik
khalayak ramai, tidak hanya bicara elit politik atau tim sukses saja tetapi
sudah merasuk kepada masyarakat dengan bantuan media baik penyiaran, cetak
ataupun media daring. Pokok kebingungannya tentu berkaitan dengan perhitungan
hasil pasca pencoblosan tanggal 9 april 2014 lalu. Secara pribadi awalnya
berharap bahwa di tanggal tersebut, segala macam perbedaan dan tindakan saling
menekan antara dua pihak yang mendukung calon presiden dan wakil presiden
masing-masing akan reda. Terutama dua media televisi yang begitu gencar menjadi
bagian penting dalam proses kampanye untuk menebar harapan dengan berbagai
program untuk meraih hati masyarakat dan memantapkan masyarakat dalam
menjatuhkan pilihan hak politiknya.
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 12 Juli 2014
Selasa, 29 April 2014
***PESAN UNTUK ACENG FIKRI dkk CALON SENATOR KAMI***
Hinggar bingar pemilihan
legislatif 9 april 2014 telah berlalu, tinggal menunggu hasilnya. Dinamika
perolehan suara versi quick count
telah memberi petunjuk para petinggi partai untuk bermanuver kembali karena
ternyata tidak ada satu partaipun yang meraih kemenangan mutlak. Sehingga
koalisi adalah harga mati. Biarlah urusan capres dan koalisi ada yang membahas
oleh para ahli juga para kompasianers yang feeling politiknya yahud. Disisi
lain para calon wakil kita maksudnya wakil rakyatpun semakin gelisah karena
nama besar tidak menjamin terpilih. Banyak incumben yang berguguran dan diganti
oleh muka-muka baru. Belum lagi banyak diberitakan berbagai tindakan calegag
(calon legislatif gagal) yang irasional dan ironis. Dari mulai mengamuk, stres,
marah-marah dan mengancam para petugas KPPS hingga KPU Kabupaten/kota, menagih
kembali aneka sumbangan yang sudah diberikan ke mesjid semasa kampanye serta
berbagai perilaku lain yang semakin menambah keyakinan bahwa untung saja mereka
tidak terpilih. Kebayang kalau kepilih?...
Langganan:
Postingan (Atom)