Tampilkan postingan dengan label birokrat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label birokrat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2017

Apa itu Koordinasi?

riskanoviantswordpress.com
Koordinasi dan fasilitasi, dua buah kata yang memiliki segudang arti. Untuk kata yang pertama yaitu ‘Koordinasi’ maka yang pertama adalah mencari pengertian versi kamus dulu. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia versi online, Koordinasi adalah ‘perihal mengatur suatu organisasi atau kegiatan sehingga peraturan dan tindakan yang akan dilaksanakan tidak saling bertentangan atau simpang siur’ (http://kbbi.web.id/koordinasi).

Setelah itu baru membuka dan mencari pengertian ‘koordinasi’ dari para ahli. Hati-hati dengan pendapat ahli luar negeri karena di dalam negeripun bertebaran para ahli yang memahami tentang hakikat ilmu secara mendalam. Tetapi karena sifat ilmu itu universal maka perbandingan pengertian ahli dari dalam dan luar negeri menjadi penyempurna dalam memahami sebuah istilah.  Yang pertama adalah pendapat dari Sondang P Siagian, M.P.A, Ph.D dalam bukunya Peranan staf dalam manajemen (1978) mengartikan bahwa ‘koordinasi adalah pengaturan tata hubungan dari usaha bersama untuk memperoleh kesatuan tindakan dalam usaha pencapaian tujuan bersama pula. Koordinasi adalah suatu proses yang mengatur agar pembagian kerja dari berbagai orang atau kelompok dapat tersusun menjadi suatu kebutuhan yang terintegrasi dengan cara seefisien mungkin’.

Lalu Dr. Ateng Safrudin, SH dalam bukunya Pengaturan koordinasi Pemerintah di Daerah (1976) menjelaskan bahwa “Koordinasi disini adalah suatu proses rangkaian kegiatan menghubungi, bertujuan menserasikan tiap langkah dan kegiatan dalam organisasi agar tercapai gerak yang cepat untuk mencapai sasaran dan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan’. Selanjutnya dalam Buku Manajemen edisi ketiga (1986), James A.F Stoner dan Charles Wankel menyebutkan bahwa ‘Coordination is the process of integrating the objectives and activites of the separate units (departments or functional areas) of an organization in order to achieve organizations goals efficiently’.

Masih banyak beberapa pengertian lain dari para ahli, akan tetapi dapat dilihat bahwa para ahli mengerucut dengan makna koordinasi ini adalah suatu proses yang melibatkan beraneka pihak baik secara derajat sejajar, lebih tinggi dan lebih rendah untuk bersatu padu mewujudkan suatu target penyelesaian dan sasaran untuk kepentingan bersama secara efektif dan efisien. Yang pada hakikatnya aktifitas koordinasi ini adalah menyatukan, menyesuaikan, menghubungkan dan menyangkutpautkan. Meskipun tentunya tidak lepas dari berbagai hal yang menjadi permasalahan dalam melaksanakan koordinasi ini yaitu perbedaan dalam sikap dan gaya  bekerja atau disebut dengan istilah “differensiasi”. Meliputi perbedaan terhadap orientasi terhadap sasaran, orientasi waktu, orientasi antar perseorangan dan formalitas struktur.

Beberapa hal yang erat hubungannya dengan koordinasi, tetapi kita coba loncat dulu kepada pengertian kata yang selalu menjadi sahabat karib “koordinasi’ atau malah bisa disebutkan saudara sepupu yang selalu saling melengkapi yaitu istilah ‘fasilitasi’. Penjelasan tentang fasilitasi silahkan klik saja di "Memahami Fasilitasi".



Senin, 14 November 2016

Canindiri 141116

sumber : menuliskreatif-com
Asswrwbr
Selamat Pagi,
Sampurasuun...

Senin pagi yang cerah dan suasana yang menyegarkan ditambah punya kesempatan bersua dengan keyboard sebeum agenda hari ini dimulai. Begitu sayang waktu yang 24 jam ini jika terlewat percuma, itu juga yang menyemangati jari ini kembali menari untuk merangkai kata menyusun kalimat yang mungkin bisa bermakna.

Malam baru saja berganti dini hari disaat kumandang adzan awal dan alarm handphone menyadarkanku. Tanpa banyak bernegosiasi dengan guling dan bantal segera menyambar handu dan bercengkerama dengan kamar mandi meskipun hanya singkat karena waktu seakan terus berlari. Beberapa saat kemudian telah otewe menuju kantor yang berjarak sekitar 15 kilometer melewati tol pasteur yang begitu lengang. sang kaki bisa bersuka ria memacu gas kendaraan, meskipun tetapi tidak melewati batas yang ditentukan.

Alhamdulillah, bisa datang tepat waktu ke halaman Mesjid AlMuttaqin. Absensi diisi sebagai kewajiban administrasi dan selanjutnya bergabung dengan rekan-rekan yang telah bersiap untuk shalat shubuh berjamaah dilanjutkan pengajian yang rutin dilakukan setiap senin pagi. Ceramah agama disampaikan oleh Gubernur Jawa barat, Ahmad Heryawan.

Nah judulnya 'Canindiri' itu singkatan dari Catatan senin dini hari, maaf klo maksa, tapi itulah gunanya singkatan kata, agar menarik dan mudah diingatnya. 

Ceramah yang menarik membahas tentang sebuah mekanisme illahiyah yang berlagu bagi umat manuasia untuk senantiasa memperbaiki diri agar berada di jalan yang lurus, merupakan proses untuk mensucikan kotoran-kotoran jiwa dan tentunya sebagai ajang untuk memperoleh ampunan dari Allah Subhanahu Wataala. Mekanismenya terbagi menjadi 4 bagian dan diatur oleh jangka waktu dari mulai seumur hidup,tahunan, mingguan dan harian.

Mekanisme seumur hidup adalah dengan melaksanakan ibadah haji, dimana kewajiban umat islam adalah 1 kali seumur hidup dan itupun jika mampu atau dimampukan oleh Allah.

Mekanisme Tahunan adalah melalui pelaksanaan ibadah shaum/puasa di bulan Ramadhan yang dilaksanakan rutin setiap tahun.

Sementara mekanisme mingguan adalah pada hari jumat, karena di hari jumat ini adalah ibadah rutin mingguan yaitu pelaksaan sholat jumat. Hari jumat juga adalah rajanya hari, jadihari raya umat islam sangat banyak dan cara perayaannya tentu dengan beribadah lebih banyak, lebih baik dalam pelaksanaannya dan tentu harus lebih ikhlas. Hari jumat ini juga memiliki rahasia yang sangat prestisius dari sisi dikabulnya ibadah, karena ada waktu tertentu yang tidak diberitahukan oleh Allah SWT adalah waktu yang mustajab untuk berdoa, waktunya antara magrib hari kamis hingga waktu magrib hari jumat karena umat islam berpedoman pada kalender komariyah. mirip dengan waktu turunnya lailatul qodar di bulan ramadhan yang tidak disebutkan pasti kapan waktunya, jadi perbanyaklah ibadah di hari jumat ini.

Dan terakhir adalah mekanisme harian yaitu shalat fardhu lima waktu yaitu Magrib, Isya, Shubuh, Dhuhur dan Asyar. 

Mekanisme Illahiyah ini tentunya akan efektif membersihkan dosa-dosa kita, mendapatkan ampunan dari Allah SWT manakala menghindari dosa-dosa besar. Dosa-Dosa besar itu adalah dosa yang diancam pidana berat di dunia dan dituntut di hari akhir serta akhirat. Bapak Aher menyebutkan bahwa para ulama akan menyampaikan bahwa yang paling pokok dari dosa besar itu adalah 'urusan perut dan urusan dibawah perut' atau kita istilahkan 'harta dan seksual' dimana dari sisi tindakannnya adalah mencuri dan berzinah. Tentu perilaku koruptif masuk ke dalam jenis mencuri. dua hal ini yang menjadi muara secara umum dari perbuatan dosa yang dilakukan oleh manusia.

Cerita canindiri berlanjutt yaa...

Hadirnya sebuah negara memiliki 3 tujuan utama, yang pertama adalah menghadirkan penghambaan kepada Allah SWT Tuhan Sang Maha Pencipta. meskipun pada intinya bukan hanya tugas negara untuk mengajak orang lain dalam penghambaan ini, tetapi menjadi tugas setiap individu yang disebut sebagai fungsi da'i. jadi bukan ualama saja yang disebut da'i tetapi setiap individu memiliki kewajiban tersebut.

Tujuan kedua hadirnya negara adalah menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakatnya yang secara implementasi di dunia khususnya di jepang dan eropa serta amerika dalam bentuk jaminan sosial bagi rakyatnya. Indonesia masih menuju ke situ karena berbagai faktor yang ada.

dan ketiga, kehadiran negara adalah menghadirkan rasa aman bagi rakyatnya.

ada beberapa bahasan lagi diantaranya tentang bencana dan sunnah kauniah, tapi ternyata waktu apel senin pagi telah tiba. jemari terpaksa berpisah dengan keyboard yang ada.

wassalam

@andriekw

SHBH141116
        


Senin, 25 Juli 2016

PNS bahagia

“Hebat dia, sudah kerja mantep sebagai pns, jabatan eselon juga dapet nyambi juga jadi dosen di perguruan tinggi swasta ternama. Atau pak Z selain sebagai pns juga memiliki beberapa usaha yang menjanjikan, pasti berlimpah tuh penghasilan”, Begitulah suara hati pagi ini, sementara berkaca pada diri hanya seorang pns, titik. Lamunan berlanjut dengan mengira-ngira penghasilan rekan-rekan pns lain atau malah staf baru yang baru beberapa tahun diangkat pns sekarang begitu sukses dalam karier dan kehidupan pribadinya. Ada cengkeraman rasa minder menelikung dalam sanubari, “Ah sayah mah jalani aja seperti ini...” sambil tertunduk sedih.

Belum lagi kalau melihat, rekan pns lain yang terlihat begitu ceria dan bahagia. Ke kantor dengan mobil keluaran baru, smartphone yang kinclong dan rumahnya yang megah. Betapa penyakit sirik dan dengki itu begitu mudah tumbuh dan diawali dengan suudzon. Padahal mungkin saja itu bisa dimiliki karena memang sudah kaya sebelumnya, atau mendapatkan warisan atau bisa juga pinjam uang ke bank dan pintar mengatur strategi untuk memanfaatkannya termasuk memiliki usaha yang memang menguntungkan. Tapi bisa juga memang maksain supaya keliatan punya. Masalahnya adalah kenapa kita mikirin kekayaan orang lain?.....

Sementara dibelahan waktu yang berbeda, berjuta orang mendamba menjadi seorang pegawai negeri sipil atau aparatur sipil negara (ASN) sekarang. Berjuang dengan bersungguh hati dan tidak sedikit yang terjebak iming-iming oknum dengan alibi mempermudah proses menjadi pns yang berujung hanyalah sebuah modus penipuan yang memanfaatkaan keinginan seseorang untuk merebut satu posisi masuk pns. Termasuk tidak sedikit yang sudah bekerja di sektor swastapun masih mengadu peruntungan untuk mencoba ikut testing jika ada lowongan menjadi pegawai di pemerintahan.

Cara yang terbaik adalah bersyukur dan bersyukur..... dengan apa yang sudah kita dapatkan yang hakikatnya hanya dititipkan sementara oleh Allah Subhanahu Wataala. Jika memang kita sulit untuk lulus tes masuk pns, mungkin memang bukan takdir kita disana. Ada jalan lain ada usaha lain yang menunggu kita untuk bergerak tekun dan bekerja keras, disana ada rejeki berlimpah yang menanti kita. Begitupun jika sudah menjadi pns tetapi kok liat yang lain lebih sukses, segera beristigfar karena menjadi pns itu penuh perjuangan. Sekarang belajar bersyukur, belajar memaknai tugas fungsi sebagai pns. Karena belum tentu apa yang kita lihat dari kehidupan pns lain yang kita anggap sukses adalah benar-benar sukses.

Kita jalani pekerjaan dengan ikhlas dan jadikan niat serta action bahwa apa yang kita kerjakan dalam kepe-en-esan ini adalah bagian dari ibadah kita kepada Sang Maha Pencipta. Dengan bersyukur kita akan bahagia.... cobian geura.

Gdb-dpn22-250616

Selasa, 29 April 2014

***PESAN UNTUK ACENG FIKRI dkk CALON SENATOR KAMI***


Hinggar bingar pemilihan legislatif 9 april 2014 telah berlalu, tinggal menunggu hasilnya. Dinamika perolehan suara versi quick count telah memberi petunjuk para petinggi partai untuk bermanuver kembali karena ternyata tidak ada satu partaipun yang meraih kemenangan mutlak. Sehingga koalisi adalah harga mati. Biarlah urusan capres dan koalisi ada yang membahas oleh para ahli juga para kompasianers yang feeling politiknya yahud. Disisi lain para calon wakil kita maksudnya wakil rakyatpun semakin gelisah karena nama besar tidak menjamin terpilih. Banyak incumben yang berguguran dan diganti oleh muka-muka baru. Belum lagi banyak diberitakan berbagai tindakan calegag (calon legislatif gagal) yang irasional dan ironis. Dari mulai mengamuk, stres, marah-marah dan mengancam para petugas KPPS hingga KPU Kabupaten/kota, menagih kembali aneka sumbangan yang sudah diberikan ke mesjid semasa kampanye serta berbagai perilaku lain yang semakin menambah keyakinan bahwa untung saja mereka tidak terpilih. Kebayang kalau kepilih?...

Rabu, 29 Mei 2013

**Kompetensi Humas Pemerintah**

www.nomor2.blogspot.com


Pertama, Communicative, pasti dong Humas harus bisa berkomunikasi secara lengkap baik secara verbal maupun tulisan, bisa berbicara yang santun, berwawasan, nyaman didengarkan, tidak menyinggung lawan bicara disi lain mampu menuangkan dalam bentuk tulisan yang menarik, berbobot dan tentunya memiliki nilai berita. Karena ternyata gaya penulisan humas birokrat dengan media berbeda, disini diperlukan ‘fast learning’ dari rekan-rekan birokrat untuk menyelami dan memahami tulisan apa yang diperlukan oleh media, sehingga rilis yang telah dibuat dan sebarkan tidak terbuang percuma.

Kedua, Leadership skill,

Selasa, 21 Mei 2013

Birokrasi dalam Pilgub Jabar


Genderang riuh rendah pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat semakin meningkat intensitasnya, perlahan tapi pasti membahana, meresap, bergerak masif terkadang seperti tanpa aturan, lain waktu terstruktur sistematis merunut fokus penuh semangat, muncul dengan senyuman keramahan, taburan janji dalam program yang menggiurkan juga berbagai kemudahan fasilitas publik yang akan di dapat, semua itu dilakukan demi meraih simpati 35 juta calon pemilih. Meskipun ada juga jurus nekad dengan label 'black campaign', menyudutkan atau melakukan pembunuhan karakter lawan politik, tapi saya yakin 5 kandidat yang bertarung dalam pilgub jabar 2013 ini tidak melakukan hal itu, betul-betul bersaing elegan dengan santun penuh norma kepatutan.