Tampilkan postingan dengan label jawa barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jawa barat. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 April 2016

BUMD, LKM & PEMDA

source : pixabay.com
 Hadirnya Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang merupakan pengganti Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tidak hanya mengatur tentang pemerintahan saja tetapi mengatur juga tentang BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) yaitu pada Bab XII yang terdiri dari 13 pasal yaitu pasal 331 sampai dengan pasal 343 atau sekitar 3,16% dari 411pasal dan 27 Bab dari Undang-Undang tersebut yang diundangkan pada tanggal 30 september 2014.

Salah satu pasal yang krusial adalah pasal yang mengatur kepemilikan dan bentuk badan hukum dari BUMD yaitu :
Ø  pasal 334 ayat (2) menyatakan bahwa “BUMD yang dimiliki lebih dari satu pemerintah daerah harus merubah bentuk hukumnya menjadi Perseroan  Daerah (Perseroda)” ;
Ø  pasal 339 ayat (1) menyatakan bahwa “Perseroan Daerah adalah BUMD yang berbentuk PT yang kepemilikan sahamnya paling sedikit 51% dimiliki oleh Pemerintah Daerah”. 

Minggu, 06 Desember 2015

57km Bersepeda di Pesisir Selatan Jawa Barat

Siang itu di ruangan dalam gedung PD. BPR Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, terlihat wajah –wajah serius sedang berdiskusi dan saling melontarkan argumen beradu dengan aneka gagasan. Ya para perwakilan pemilik saham sedang berdebat membahas tentang rencana perusahaan untuk tahun 2016. Perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemda Tasikmalaya dan PT.Bank Jabar Banten, Tbk bergiliran memberikan masukan, saran dan pertanyaan. Disambut dengan jawaban penuh semangat dari pengurus PD.BPR Cipatujah. Diskusi terasa hangat dan lancar, sesekali diselingi gelak tawa menjadi penyegar dalam Rapat Umum Pemegang Saham tersebut.

Persiapan Gowes di Kantor Kas Kalapa6. Dok Pri.
Diriku dan beberapa rekan menjadi bagian dalam pertemuan tersebut, dan terasa betapa melegakannya manakala pimpinan rapat menyatakan pertemuan ini berakhir dengan kesepakatan yang diperlukan menjadi pedoman perencanaan perusahaan satu tahun kedepan. Lebih melegakan lagi karena ada agenda lanjutan yang tidak kalah menantang yaitu bersepeda bersama menyusuri pantai Cipatujah menuju pantai pangandaran Kabupaten Pangandaran.

Setelah rapat berakhir, dilanjutkan dengan makan siang.. eh makan sore ding, soalnya udah jam 3 sore. Hujan rintik berubah menjadi hujan deras, sehingga rencana bersepeda ria meyusuri pesisir pantai harus didiskusikan ulang. Hasil rapat kilat, Startnya dari kantor kas PD. BPR Cipatujah yang terletak di daerah kalapa genep alias coconut six.. hehehe maksa, sekitar 30km dari lokasi saat ini. Setelah semua setuju, maka selepas perut kenyang dengan aneka sajian seafood, rombongan bermobil menuju daerah coconutsix.
Berpose sejenak di Pinggir Pantai Kalapa genep
Tepat jam 4 sore, semua sudah berubah... dari kemeja berdasi dan berbatik menjadi stelan kaos ketat sepatu olahraga dan tidak lupa sepeda masing-masing lengkap dengan  berbagai aksesoris. Setelah berdoa bersama, perjalanan dimulai menembus gerimis hujan yang setia menemani.
Sejujurnya ada rasa khawatir dalam diri karena ini merupakan rencana bersepeda yang sangat menantang. Terutama rute yang cukup panjang sekitar 60 km dengan kontur jalanan yang menanjak, bakal sampe nggak yach?... tapi rasa khawatir itu segera ditepis, yakin tidak sendiri, ada coach yang siap mengawal. Mr Irfan telah bersiap dengan segala kemungkinan termasuk memasang lampu sepeda jika harus menembus malam. Perjalanan awal begitu menyenangkan, menembus sore hari yang hujan serasa melemparkan kembali angan di masa kecil yang begitu bahagia dikala bersepeda dalam hujan. Perjalanan masih landai dengan pemandangan bentang pantai selatan di sisi kanan, begitu melegakan.

Selasa, 29 April 2014

***PESAN UNTUK ACENG FIKRI dkk CALON SENATOR KAMI***


Hinggar bingar pemilihan legislatif 9 april 2014 telah berlalu, tinggal menunggu hasilnya. Dinamika perolehan suara versi quick count telah memberi petunjuk para petinggi partai untuk bermanuver kembali karena ternyata tidak ada satu partaipun yang meraih kemenangan mutlak. Sehingga koalisi adalah harga mati. Biarlah urusan capres dan koalisi ada yang membahas oleh para ahli juga para kompasianers yang feeling politiknya yahud. Disisi lain para calon wakil kita maksudnya wakil rakyatpun semakin gelisah karena nama besar tidak menjamin terpilih. Banyak incumben yang berguguran dan diganti oleh muka-muka baru. Belum lagi banyak diberitakan berbagai tindakan calegag (calon legislatif gagal) yang irasional dan ironis. Dari mulai mengamuk, stres, marah-marah dan mengancam para petugas KPPS hingga KPU Kabupaten/kota, menagih kembali aneka sumbangan yang sudah diberikan ke mesjid semasa kampanye serta berbagai perilaku lain yang semakin menambah keyakinan bahwa untung saja mereka tidak terpilih. Kebayang kalau kepilih?...

Selasa, 21 Mei 2013

Birokrasi dalam Pilgub Jabar


Genderang riuh rendah pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat semakin meningkat intensitasnya, perlahan tapi pasti membahana, meresap, bergerak masif terkadang seperti tanpa aturan, lain waktu terstruktur sistematis merunut fokus penuh semangat, muncul dengan senyuman keramahan, taburan janji dalam program yang menggiurkan juga berbagai kemudahan fasilitas publik yang akan di dapat, semua itu dilakukan demi meraih simpati 35 juta calon pemilih. Meskipun ada juga jurus nekad dengan label 'black campaign', menyudutkan atau melakukan pembunuhan karakter lawan politik, tapi saya yakin 5 kandidat yang bertarung dalam pilgub jabar 2013 ini tidak melakukan hal itu, betul-betul bersaing elegan dengan santun penuh norma kepatutan.