Kamis, 19 Januari 2017

ITIKURIH versi Bahasa Indonesia

wwwdwioktanugrohowordpresscom
Angin dini hari menyapa perlahan penuh kemesraan, memberi tenaga untuk menjemput bahagia di dunia yang indah ini. Berjalan cepat menuju kebun ditemani jangkrik yang gembira. Kaki bergerak menginjak batang pohon aren, menuju bumbung bambu yang terdiam semalaman. Alhamdulillah bumbung terasa berat, berarti sudah penuh terisi. Sesudah bumbung diturunkan menyentuh tanah, sujud syukur kepada Allah SWT, sudah memberi rejeki pada hari ini. Segera raga bergerak, bumbung digendong menuju lapangan. Tempat biasa yang setia menjadi saksi ketekunan ihtiar ini.

Sampai ke lapangan, matahari baru beranjak menyinari bumi. Sudah ada tiga gadis dan pemuda yang menunggu. “Mang, beli empat gelas” suara merdu membelah sepinya pagi. “Baiklah neng” langsung bumbung diturunkan, memberikan gelas ke masing-masing. Bumbung diangkat pelan-pelan. Air alami mengalir, rasa manis penuh kasih berpindah tempat. 
“Enak banget mang, segar dan membangkitkan semangat, tambah lagi ah!”
Alhamdulillah tengah hari masih jauh. Bumbung sudah kosong berganti lembaran uang untuk membeli harapan di hari ini. 

***************** 

Untuk naskah asli dalam bahasa sunda, silahkan klik disini ITIKURIH

***************** 

Yang mau beli atau Order via online silahkan klik disini ITIKURIH ORDER ONLINE
atau via Whatsapps 082320063397

Hatur nuhun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar