Senin, 28 Maret 2016

Pantun Cirebon

Sosialisasi 5 Raperda provinsi Jawa Barat Kuartal I di kantor BKPP III Cirebon, diantara seriusnya pembahasan dan tanya jawab terselip pantun pengobat kejenuhan :

"Makan abon sambil berdua,
Tambah terasi dicampur peda"
Di Cirebon kita bersua, 
Sosialisasi lima Raperda"

"Kasus tambang mengikat kayu, 
Pita berpadu diatas pucuknya"
Khusus Pak Bambang Indramayu,
Kita bertemu di Raperda selanjutnya"

Senin, 14 Maret 2016

Sapagodos

sumber : www-nyunyu-com
Kodir gura-giru asup ka rohang até’ém nu ngajajar salima-lima. Kabeneran kosong jadi salsé milih keur nojoskeun kartu bari  tuluy puncat pencét kode.  Karasa beuteung Kodir ngusial, ah teu loba badami meungpeung euweuh sasaha. Pelepes.. brott!!  Imbitna disada tarik naker.

Teu lila asup ibu-ibu tengah tuwuh, budak ngora jeung awéwé geulis maké rok mini. Siga nu badami kabéh muka lokét  tuluy nojoskeun kartu kana liangna. Si ibu bari nungguan lambaran duit kaluar ngambeu aya  parfum anéh liwat kana irungna, “Merk naon ieu teh asa wawuh tapi poho deui ngaranna?” gerentesna. Budak ngora mah geus ngahuleng dijuru hayang ongkék, duit lambaran patulayah teu dipaliré. Awewe geulis mah anteng wé nyabakan imbitna, trauma sieun busiat jiga bulan kamari. Kodir gé ngajanteng hareupeun mesin, teu wani ojah sabab karasa aya nu  haneut ngageleser turun kana sukuna. 

Opatannana papelong-pelong  bari mengék irung.  Dina uteukna panuju kana singketan mesin nu aya,  nyaéta ATM (Aing teh modol). 

Minggu, 06 Maret 2016

Belahan Jiwa sebuah Novel


BELAHAN JIWA

“Sang penulis takdir telah merancang sebuah kisah : Panji dan Nisa digariskan menjalin cinta. Suka dan duka berkelindan dalam sualaman realitas kehidupan. Merekapun tak pernah tahu seperti apa wajah takdir yang sebenarnya. Tetapi selama sang belahan jiwa menyertai, selalu ada waktu untuk menjemput harapan. Betapapun berat, betapapun mereka merasa tak kuat.”

Sebuah novel perdana dari Andrie K Wardana tentang kekuatan cinta, komitmen , kebersamaan dan perjuangan serta optimisme.

Twitter : @belahanjiwaa
Instagram : belahanjiwaa

Genre : Fiksi
ISBN : 978-602-14652-1-9
Penerbit : TEBE AGISNA MANDIRI

Tam-publishing@gmail.com

Pemesanan via WA/SMS ke 0811-2333306


Bupati Anyar

sumber : ratrimargarina-blogspot-com
Wanci haneut moyan, uing dipangku muru ka puskésmas. Geuning ngagimbung loba jelema. "Punten murangkalihna engkin ditétés ku juragan bupati," kitu ceuk nu dibaju bodas, Apa jeung Ema unggeuk. Teu lila jol téh loba mobil harérang. Jelema sarurak, uing dibawa ngadeukeutan sémah nu datang. Ginding jeung ngora kénéh, "Mangga pa, tiasa dikawitan" Sora halimpu tina spéker, uing di titah calangap bari rada direjengan. Éta pajabat dibéré botol obat tétés ku nu baju bodas. Kaciri anjeuna ngésang jeung rada ngadégdég. Tipepereket nyekel botol obat.

Kabéh nungguan, congo kaméra poto jeung pidio geus sayaga. "Mangga pa, tétéskeun kanggé simbolis," harewos mantri. Crooot!!!!, eusi sabotol pinuh asup kana baham. Uing rada reuwas, tapi da ngeunah nya di inum wé, lumayan ubar hanaang. Kadéngé kabéh kaleprok, cutrak cetrék jeung tingburinyay. Uing nyéréngéh gumasép. Saencan balubar  kareungeu obrolan, "Cing dipantau orok nu tadi, nginum obat tétés keur 50 orok, bisi kumaonam." Uing ngabelenyéh teu ngarti.

Rabu, 02 Maret 2016

Kumjebung

Ini hanya ilustrasi yooo.....
Pagi hingga sore tingkat kegalawan meningkat seiring rasa mulas yang dirasakan oleh belahan hati, istri tercinta yang sedang hamil tua. Menghitung jam merenda hari menanti lahirnya si utun inji. Berulang kali diteliti, barangkali ada persiapan batang atau peralatan yang mungkin terlewat.

Disaat mandi sore tak sengaja menatap cermin yang setia bertengger di wastafel kamar mandi. Menatap sesosok wajah yang sudah sangat dikenal, ya emang wajah sendiri, kumaha siiih. Yang bikin tersenyum sendiri adalah hiasan di wajah berupa kumis dan janggut yang bisa tumbuh dan bersambung, semua atas ijin Allah Swt.

Sepuluh bulan lalu dan sebelum sebelumnya wajah di cermin itu sangat kelimis, hampir tidak pernah berjenggot dan berkumis. Karena tiap hari selesai mandi pagi pasti ritualnya ngurud kumis dan jenggot. Tidak suka dg jenggot dan kumis, terasa tidak rapih dan kotor.

Sabtu, 20 Februari 2016

Sejarah LKM di Jawa Barat (4)

Meskipun masih banyak yang harus diceritakan tetapi sementara dipercepat untuk bercerita pada sesi yang membahagiakan dan menjadi awal yang indah untuk meraih kesuksesan di masa depan dengan menghadapi segala tantangan.

Singkat cerita setelah berjibaku dan berjuang dengan penuh dedikasi dan kerjasama yang apik diantara para pengurus pendiri PT Lembaga Keuangan Mikro yang mayoritas adalah pengurus eksisting yaitu Dewan Pengawas dan Pimpinan PDPK, maka di akhir bulan Desember 2015 telah terbit keputusan surat dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia yang mengesahkan perubahan bentuk hukum dari perusahaan daerah menjadi perseroan terbatas yaitu :

1. PDPK Karawang menjadi PT LKM Karawang 
2. PDPK Cianjur menjadi PT LKM Ahlakul Karima
3. PDPK Garut menjadi PT LKM Garut
4. PDPK Pancatengah menjadi PT LKM Pancatengah
5. PDPK Jatiluhur menjadi PT LKM Mekar Asih
6. PDPK Sumedang menjadi PT LKM Sumedang
7. PDPK Sukabumi menjadi PT LKM Sukabumi
8. PDPK Cidolog menjadi PT LKM Ciamis
9. PDPK Kuningan menjadi PT LKM Kuningan
10.PDPK Bogor menjadi PT LKM Bogor

Termasuk PDPK di wilayah Provinsi Banten yaitu PDPK Tangerang, Serang, Lebak dan Pandeglang yang mengerucut menjadi 4 (empat) PT LKM.

Selanjutnya semua PT LKM mengajukan permohonan pengukuhan kepada Otoritas Jasa Keuangan untuk mendapatkan surat ijin usaha berdasarkan POJK No.12/POJK.05/2014 sebelum deadline tanggal 8 Januari 2016.

Alhamdulillah hingga minggu pertama bulan februari 2016, telah terbit Surat Ijin Usaha dari Otoritas Jasa Keuangan kepada beberapa PT LKM dan sisanya masih dalam proses pengiriman via pos.

Perjuangan panjang menuju lembaga yang memiliki legalitas dan ijin usaha sudah selesai, meskipun masih berstatus ijin bersyarat karena ada beberapa berkas yang belum dipenuhi. Selanjutnya tantangan terbentang untuk menumbuhkembangkan lembaga keuangan mikro ini untuk lebih baik, lebih maju dan lebih bermanfaat bagi semua pihak... terharu deh.

...... catetatan :
Klo yang masih perlu info tentang Elka'em bisa juga di buka di :
Sejarah LKM di Jawa Barat (1)
Sejarah LKM di Jawa Barat (2)
Sejarah LKM di Jawa Barat (3)
Apakah Lembaga Keuangan Mikro itu?
Asas & Tujuan LKM
Awal Transformasi PDPK menjadi PT LKM
Proses Transformasi PT LKM tahap 1

Sejarah LKM di Jawa Barat (3)

www.kontan.com
Genderang sudah ditabuh, Perda Perubahan bentuk hukum sudah terbit. Sekarang tantangannya adalah untuk segera mengubah bentuk hukum dari Perusahaan Daerah menjadi Perseroan Terbatas. Disini diuji komitmen, kebersamaan dan rasa saling membantu bahu membahu antara perwakilan pemilik yaitu pemerintah provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten dengan para pengurus PDPK di Jawa Barat dan Banten. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 7 Tahun 2015 menyebutkan bahwa PDPK yang berubah bentuk hukumnya menjadi Perseroan Terbatas Lembaga Keuangan Mikro (PT.LKM) tersebar di 10 Kabupaten di Provinsi Jawa Barat dan 4 Kabupaten di Provinsi Banten yaitu di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Lebak.

Pasal 5a Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2015 mengamanatkan bahwa untuk komposisi saham PT LKM di Provinsi Banten diatur oleh Peraturan Daerah Provinsi Banten ataupun oleh Perda Kabupaten di Provinsi Banten. Oleh karena itu Tim Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencurahkan konsentrasi ke 10 PDPK calon PT LKM di Jawa Barat meskipun tentu tetap meluangkan waktu untuk membantu 4 Kabupaten di Provinsi Banten.

Selasa, 16 Februari 2016

Sejarah LKM di Jawa Barat (2)

www.pulsk.com
Seiring waktu yang tak pernah mau berhenti sejenak untuk sekedar menghela nafas, regulasi yang mengatur tentang Perusahaan Daerah Tentang Bank Pekreditan Rakyat (BPR) Dan Perkreditan Kecamatan (PD.PK) di Jawa barat terus berkembang. Tahun 2006 lahirlah Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat nomor 14 tahun 2006 Tentang Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Dan Perusahaan Daerah Perkreditan Kecamatan yang ditetapkan pada tanggal 20 desember 2006 dan diundangkan tanggal 22 desember 2006. Esensi penting dari perda tersebut terkait PD.BPR dan PDPK adalah sebagai pedoman mendasar bagi eksistensi PD. BPR dan PDPK tersebut seiring dengan dinamika yang ada khususnya hal-hal mendasar, hak dan kewajiban serta pengurusan dan pengelolaan PD.PK.

Perubahan dalam perda tersebut untuk mengakomodir terbentuknya Provinsi Banten sehingga terjadi perubahan komposisi pemegang saham baik di PD.BPR juga PDPK dan ada juga berkaitan terbitnya regulasi dari bank indonesia yaitu Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 8/26/PBI/2006 tanggal 8 Nopember 2006 tentang Bank Perkreditan Rakyat (BPR) khususnya untuk besaran modal dasar yang berimbas juga kepada PDPK, termasuk juga untuk memberi ruang bagi pemerintah provinsi jawa barat dalam memberikan penyertaan modal kepada PD. BPR dan PD.PK perlu ada peningkatan besaran modal dasar yang sesuai dengan perda terdahulu kewajiban pemerintah provinsi telah terpenuhi 100% pada tahun 2005.

Sejarah LKM di Jawa Barat (1)

Sumber : suluhmania.wordpress.com
Perjalanan panjang Perusahaan Daerah Perkreditan Kecamatan (PD.PK) di kabupaten – kabupaten wilayah Provinsi Jawa Barat telah mendapatkan secercah cahaya yang menjadi pintu pembuka untuk mengembangkan dan memajukan usaha secara legal formal yaitu melalui pengukuhan ijin usaha dari lembaga yang berwenang yaitu Otoritas Jasa Keuangan di awal tahun 2016. Tetapi sebelum bercerita tentang masa kini, alangkah bijak jika kita mencoba menengok ke belakang sejenak tentang sejarah dari Lembaga keuangan mikro ini.

Sejarah panjang diawali pada tahun 1961 yaitu lahirnya Badan Pembangunan Nasional atau United States Agency for Internasional Development (USAID) yang misinya mengelola bantuan keuangan dan ekonomi bagi negara- negara asing termasuk indonesia, Tahun 1965 Pemerintah Pusat memprogramkan dibentuknya lembaga keuangan pedesaan (LKD) atau LKM dengan nama Bank Karya Produksi Desa (BKPD).

Minggu, 14 Februari 2016

Panarosan

gbr : binfar.kemkes.go.id
Kémping pramuka nu diharepkeun bakal resep jeung sumanget téh jadi teu puguh, sabab musababna mah aya guru anyar nu jadi pembina pramuka arogan jeung cunihin pisan. Karesepna ngotélan murid awéwé jeung ngatur acara sangeunahna. Panitia jadi ambek kapegung, rék nyarék lain lawaneun. Tapi diantep waé kalah maceuh, ngatur pembagian regu sangeunahna, nu gareulis dipisahkeun, husus dikawal ku manéhna.

“Kumaha atuh ieu téh, rék diantep waé kalakuan Pa Aay?,” Danu pupuhu panitia ngarahuh. “Uing mah palaur, mangkaning ké peuting acara pengukuhan, sieun kacow lur,” Jumhadi mairan. Sarpan, Oman jeung Yayan ge ngaheruk, kabéh sarua sieun ari rék ngalawan ka guru.  Uing gé cicing, ngan uteuk muih néang lolongkrang. Ba’da asar nguliwed heula nepungan Abah Juhro, teu loba malapah gedang tapi langsung ménta bongbolongan.

Alhamdulillah kémping perjusami kalaksana kalawan suksés, guru cunihin janten bageur. Teu pira mung unggal anjeuna tuang dipangdamelkeun sangu goréng atanapi indomi, teu hilap dipurulukan cété’ém bubuk sapuluh siki.